Distribusi Linux apapun pada dasarnya sama tak ada yang membedakan. Kecuali keluarga BSD,React OS dan Solaris yang memang tidak menggunakan kernel linux.

Apanya yang sama:
1) Sama-sama pakai kernel Linux.
2) Sama-sama pakai partisi “/” , jika ada yang berpatisi bukan “/” dipastikan bukan keluarga linux.
3) Paket2 software yang dimiliki masing-masing distribusi memang terlihat berbeda tapi tetap berstruktur sama.

Contoh: Bukalah paket RPM, DEB, Atau TGZ. Extraksi masing-masing file. Untuk aplikasi software, pasti strukturnya adalah “/usr”.  Dan dengan cara paksa “copy paste” apapun paketnya bisa dipasang diapapun distro tentunya juga harus dilengkapi dengan dependensi yang dibutuhkan.

4) Cara install yang berbeda, ada yang pakai synaptic, ada yang pakai pacman, ada yang pakai yast, ada yang pakai urpmi, tapi targetnya tetap sama. Klo misalnya ingin menginstall “audacious”, maka semua hasil install akan tertuju pada tempat yang sama.

Jadi kalau semuanya sama.. lantas pilih linux yang mana?

Pilih yang sesuai dengan anda. Karena yang membedakan linux yang satu dan yang lain adalah kemudahan dalam mengkonfigurasi dan mengkustomisasi linux itu sendiri.

Yang suka susah2 pilih linux yang susah2 macam linux from scratch atau gentoo.
Yang suka gampang2 ya tentunya keluarga linux macam ubuntu, mandriva, linux mint.

“Bhinneka Tunggal Kernel”
 


Comments


Comments are closed.
    Assalamualaikum wr wb
    Brother & Sister
    Keep ^_^ Smile :)

    Artikel Terbaru

    Komentar