Bisnis Digital Printing adalah bisnis percetakan modern saat ini. Menggantikan percetakan konvensional. Dengan munculnya berbagai macam alat cetak yang berteknologi canggih, proses percetakan menjadi lebih cepat. Tidak seperti percetakan konvensional yang dilakukan dengan proses manual, percetakan pada digital printing semuanya dilakukan dengan menggunakan perangkat komputer.
Dalam membangun usaha digital printing tentunya komputer, mesin cetak, dan software grafis adalah hal yang mutlak diperlukan. Berikut adalah perkiraan modal kasar biaya untuk peralatan secara umum:
Walaupun opsi open source memiliki kelemahan namun dengan angka penghematan sekitar 27,5juta bukanlah angka yang sedikit. Ini bisa digunakan untuk keperluan lain seperti pelatihan dan yang lainnya yang tidak diduga.
Ya inilah gambaran secara kasar perbandingan bisnis yang menggunakan propietary dan opensource.
Semoga berguna.
- Perangkat Cetak
PC Untuk keperluan grafis 3Jt
Windows Professional 1 Jt
Adobe, Corel, dll sekitar 6jt
Mesin (Roland, HP, Mimaki, dll) 300jt
- Perangkat PC untuk Design Grafis (5 PC)
PC untuk keperluan desain grafis 3jt x5 = 15 jt
Windows Professional 1jt x 5 = 5 jt
Adobe, Corel, dll 6jt x 5 = 30 jt
- Perangkat Cetak
PC untuk keperluan grafis 3 jt
Karena umumnya mesin cetak large printer banyak yang belum support linux, maka PC perangkat cetak ini tetap menggunakan OS Windows, Windows Professional 1 Jt
Software Open Source (Gimp, Inkscape, dll) 100ribu
Adobe, Corel, dll 6 jt.
Mesin (Roland, HP, Mimaki, dll) 300jt
- Perangkat PC untuk Design Grafis (5PC)
1 PC propietary =10 jt.
4 PC open source = PC + Software Open source (3jt + 100ribu)x4 = 12,4 jt
Walaupun opsi open source memiliki kelemahan namun dengan angka penghematan sekitar 27,5juta bukanlah angka yang sedikit. Ini bisa digunakan untuk keperluan lain seperti pelatihan dan yang lainnya yang tidak diduga.
Ya inilah gambaran secara kasar perbandingan bisnis yang menggunakan propietary dan opensource.
Semoga berguna.


RSS Feed